Jenis-Jenis Pintu Rumah

Berikut beberapa jenis pintu yang biasa dipakai untuk pintu utama rumah :

1. Pintu Mengayun/Pintu swing

Jenis pintu mengayun merupakan pintu yang paling banyak dipilih dan di terapkan di kalangan masyarakat, mungkin rumah anda juga menggunakan pintu mengayun juga. Nama lain dari pintu mengayun adalah pintu kupu-kupu. Dapat terdiri dari satu atau dua lembaran papan. Dibuka dengan cara mengayun disertai sedikit dorongan atau tarikan.

Pintu jenis ini cukup mudah pemasangannya dengan bantuan pemasangan engsel. Bahan-bahan bangunan untuk pintu jenis ini cukup beragam. Terdapat kayu, papan triplek, logam dan bahan lainnya. Pintu utama seringkali menggunakan model pintu jenis ini, ukurannya juga sering dibuat cukup besar untuk menunjukkan kesan elegan.

Kelemahan dari penerapan pintu jenis mengayun adalah membutuhkan ruang yang cukup luas sebagai tempat mengayun pintu. Selain itu, pintu mengayun sering pula menimbulkan suara yang cukup berisik ketika tiba-tiba menutup karena tiupan angin yang cukup kencang atau ketika sengaja seseorang menutupnya dengan membantingnya hingga terkadang dinding-dinding rumah ikut bergetar.

 

2. Pintu Lipat

Pintu lipat sering kali disebut pintu folding. Cara membukanya dengan cara melipat pintu dan mengumpulkan lipatan pintu tersebut. Bukaan pintu dapat di ujung pinggir pintu, biasanya disebelah kanan sehingga untuk membukanya maka pintu akan dilipat dan dikumpulkan ke kiri. Terdapat pula pintu lipat yang bukaannya di bagian tengah pintu. Pintu jenis ini kerap kali diterapkan pada ruangan yang cukup luas seperti garansi sehingga memerlukan pintu yang cukup lebar pula. Ukuran pintu yang lebar sedikit memerlukan waktu dalam proses buka tutup.

Kerumitan dalam membuka tutup pintu seringkali menyebabkan orang memasang pintu lipat dengan mengkombinasikan dengan pintu mengayun. Cara lainnya, pintu kerap kali hanya dibuka satu bagian dan bagian lainnya tetap ditutup jika memang ruangan tidak sedang dipakai keluar masuk banyak orang sehingga pintu lipat yang hanya dibuka satu lipatan akan tampak seperti pintu mengayun. Jenis pintu lipat sering pula ditemui pada rumah jawa yang berbentuk limas dengan bentuk rumah yang memang terdiri dari ruangan-ruangan yang cukup luas.

 

3. Pintu Geser

Desain pintu geser sangat identik dengan rumah adat Negara Jepang. Keunggulan utama dari pintu geser ini adalah hemat tempat karena tidak memerlukan ruangan yang cukup banyak sebagai tempat ayunan pintu sehingga pemasangan pintu geser ini sering kali dimanfaatkan dalam ruangan yang cukup sempit seperti rumah minimalis atau bahkan hanya ruangan seperti cara desain kamar tidur minimalis. Cara membuka pintu geser ini hanya dengan cara menggeser kekiri maupun ke kanan. Pintu jenis ini biasa dinamakan pintu rumah minimalis karena tidak memakan tempat.

Lemari kaca yang sering digunakan untuk memajang barang-barang di toko kerap kali memanfaatkan jenis pintu ini. Pemasangan bagian bawah ada yang dipasang dengan cara melubangi lantai sepanjang pintu sebagai tempat pintu menggeser.

 

4. Pintu rel



Seperti namanya, pintu rel ini memanfaatkan rel pada bagian atas dan bawah dalam pemasangannya. Pintu jenis rel  sering kali diterapkan dalam pintu garasi yang memang pintunya berukuran lumayan besar, sehingga dengan pemasangan pintu rel ini, proses buka menutup akan lebih mudah. Kelemahan utama jenis pintu ini adalah pemasangannya yang lumayan susah. Jenis pintu ini sangat cocok digunakan pada bagian garasi rumah, sehingga jika anda buru-buru anda dapat dengan mudah membukanya. Namun jenis pintu yang satu ini cukup mahal dan juga cukup jarang.

 

5. Pintu melingkar



Jenis pintu melingkar merupakan pintu yang lebih sering kita temui di gedung-gedung besar seperti hotel atau mall. Pintu jenis ini sudah jarang dipakai karena kurang efisien. Bentuknya yang lumayan besar dengan sekat-sekat sehingga menimbulkan kesan kotak-kotak pada pintu.

Seseorang yang kurang berkonsentrasi misalkan kurang memperhatikan jalanan yang dilaluinya mungkin karena sedang asik dengan handphone/smartphone dapat masuk ke pintu ini dan terus berputar-putar di dalam pintu tanpa menyadarinya.

 

6. Pintu otomatis

Pintu jenis otomatis ini kerap kali diterapkan di bangunan-bangunan besar seperti kantor, pusat perbelanjaan dan perbankan. Pintu otomatis dapat mendeteksi keberadaan orang yang hendak melewati pintu dan secara otomatis akan membuka dan menutup ketika orang telah melewati pintu otomatis tersebut.

Kelebihan utama dari pintu otomatis ini adalah bahannya yang biasanya lumayan tebal lebih dapat menjaga suhu suatu ruangan agar tidak tercampur dengan suhu luar. Karena itu jika ruangan yang menggunakan AC menggunakan pintu otomatis ini, maka fungsi AC akan lebih optimal dalam menjaga kesejukan ruangan. Kekurangan dari pemasangan pintu ini adalah jika terdapat banyak orang yang ingin keluar masuk melewati pintu ini, maka akan menjadi antrian yang lumayan banyak karena pintu ini secara otomatis membuka dan menutup hanya jika orang sudah sangat dekat dengan pintu.

 

 

 

 

 

 

 

  • Oct 26, 2018
  • Category: Artikel
  • Comments: 0
Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published